Mudika IeBe akan kembali eksis, Bagaimana respon Anda?

mudika sumber

Tampilkan postingan dengan label Jiwa Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jiwa Muda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Mei 2010

USAHA DANA MIBS

PANITIA ANNIVERSARY MIBS DAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA
Sumber, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. 55573
____________________________________________________________________
Hal : Permohonan Ijin



Kepada Yth. Romo/Pengurus Gereja/Pengurus Mudika
Di Tempat

Salam sejahtera,
Kami MIBS akan merayakan hari jadi MIBS dan HUT RI yang membutuhkan dana cukup besar. Untuk itu kami ingin mengajukan jaga parkir di gereja. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:

Tanggal : 21 Agustus 2010
Tempat : Basecamp MIBS
Acara : Anniversary MIBS dan HUT RI

Besar harapan kami terkabulnya permohonan kami. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. GBu


Tim DANUS MIBS,
Contact Person :
Chandra 0856 43 224466
Andi 0857 4341 6541
Chandra Noveriawan

JAMBORE NASIONAL KARYA TUNAS NUSANTARA

LATAR BELAKANG

Karya Tunas Nusantara yang mengusung "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Ragam Karya!" merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang bersekretariat di Jl. Komplek Liga Mas No.G31 Pancoran, Jakarta Selatan.

Organisasi Karya Tunas Nusantara bermaksud untuk berpartisipasi aktif menjadikan Indonesia sebagai Negara dan Bangsa yang lebih baik.

Dengan kehadirannya sebagai organisasi kepemudaan, Karya Tunas Nusantara yang sadar bahwa tunas Bangsa sebagai tulang punggung kemajuan Negara dan Bangsa, berupaya mengedepankan segala bentuk karya dan prestasi.

Kami yakin bahwa begitu banyak tunas Bangsa bersemangat untuk berprestasi dan berkarya.

Karya Tunas Nusantara ingin menjadi bagian penting dari proses perbaikan ini melalui penggugahan semangat berkarya yang berkesinambungan dari para tunas Bangsa se-Nusantara.

Untuk itu, di awal kegiatannya, Karya Tunas Nusantara ingin mengajak para muda (remaja) yang di usia produktifnya untuk bersama-sama menyatukan visi dan misinya sambil menunjukkan hasil karyanya maupun prestasinya yang kami kemas dalam kegiatan Jambore Nusantara dengan tema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Ragam Karya” yang akan dilaksanakan selama 3 hari:

WAKTU DAN TEMPAT

Tanggal Pelaksanaan:
1, 2 dan 3 Juli 2010

TempatPelaksanaan:
Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat

Bentuk Acara:
Outbond, Workshop, Penghargaan Karya, Pagelaran Musik dan Budaya

BINTANG TAMU

Marcella Zalianti, Olivia Zalianti, Agnes Monica, Dik Doank, Afgan, Gita Gutawa, Sherina, Stevie Item, Happy Salma, Davina, dll.

SYARAT PESERTA

1. Warga Negara Indonesia.
2. Setiap peserta Jambore KTN adalah anak muda yang berkarya/berprestasi.
3. Setiap peserta Jambore KTN adalah bersifat perorangan dan tidak dapat diwakilkan.
4. Setiap peserta Jambore KTN tidak diperkenankan membawa bendera institusi manapun.
5. Sehat jasmani dan rohani.
6. Mendapat ijin orang tua/wali.
7. Bersedia mengikuti peraturan, syarat dan tata tertib KTN.
8. Kelompok Usia peserta Jambore KTN adalah 15 - 25 Tahun.

PENDAFTARAN PESERTA

Bagi siapa saja yang memenuhi syarat-syarat diatas silahkan mendaftar melalui tiga pilihan berikut ini:

1. Secara manual melalui form registrasi yang sudah disediakan oleh panitia/perwakilan di tempat-tempat pendaftaran.
2. Melalui website di: http://www.karyatunasnusantara.org/pendaftaran
3. Melalui mobilephone di: http://m.karyatunasnusantara.org/


TEKNIS PEREKRUTAN CALON PESERTA
(bersifat umum)
1. Pendaftaran banyaknya peserta tidak dibatasi hingga sampai saat dimana seleksi peserta dilakukan oleh panitia.
2. Pendaftaran dilakukan hingga batas akhir pendaftaran yang sudah ditentukan (19 Juni 2010). Kecuali hal-hal yang sudah disepakati oleh panitia pendaftaran.
3. Peserta melengkapi Formulir pendaftraan seperti yang telah dijelaskan diatas.
4. Memberikan/mengisi keterangan pada formulir pendaftaran dengan sebenar-benarnya.
5. Keputusan yang sudah menjadi ketetapan panitia tidak dapat diganggu gugat.

TEKNIS PEREKRUTAN PESERTA
(bersifat KHUSUS yang masuk seleksi)

1. Tidak dipungut biaya apapun selama mengikuti Jambore Nusantara 2010 alias GRATIS.
2. Peserta terdiri dari perorangan dan tidak dapat diwakilkan.
3. Mengisi formulir pendaftaran sesuai yang tertera pada dokumen.
4. Menyerahkan kopi kartu identitas atau kartu tanda pelajar.
5. Menyerahkan surat keterangan orang tua/wali dan atau pihak sekolah bahwa karyanya diikutkan dalam Jambore Nasional Karya tunas Nusantara. (*Bila memungkinkan dan untuk mempermudah bila kelak karyanya masuk dalam kategori karya Jambore Nasional).
6. Menyerahkan pass photo 4x6 sebanyak 4 lembar.
7. Harus memiliki persembahan sebuah karya atau yang menjadi prestasi calon/peserta sebagai syarat utama mengikuti Jambore Nasional.
8. Peserta yang sudah terseleksi mengikuti Jambore Nasional wajib untuk dikonfirmasi kepastian keberangkatannya sedikitnya 1 hari sebelum keberangkatan hingga waktu keberangkatannya dari daerah masing-masing tiba.
9. Bila terjadi kemungkinan diantara peserta yang batal berangkat mengikuti kegiatan Jambore Nasional dikarenakan beberapa hal, panitia wilayah segera melakukan konfirmasi kepada panitia pusat sehingga segera bias diambil tindakan yang tepat.
10. Peserta yang batal dan atau membatalkan diri untuk berangkat, akan digantikan oleh calon peserta yang masuk dalam daftar list (cadangan yang tidak harus dari daerah asal).

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA
1. Peserta wajib melengkapi dokumen pendaftaran dengan susulan surat keterangan orang tua/wali bahwa peserta diberikan ijin untuk mengikutkan dan mengikuti pelaksanaan Jambore Nasional Karya KTN selama 3 hari di Jatinangor, Jawa Barat. (Mahasiswa cukup menyertakan surat keterangan orang tua atau wali).
2. Membawa serta kekurangan syarat-syarat pendaftaran bila pendaftaran dilakukan melalui website.
3. Memperoleh informasi yang cukup tentang kegiatan dan pelaksanaan Jambore Nasional KTN dari panitia baik dari perwakilan setempat maupun melalui hotline yang telah disediakan.
4. Memperoleh hasil dari seleksi calon peserta baik yang lolos maupun tidak dari panitia KTN setempat ataupun melalui website http://www.karyatunasnusantara.org/
5. Disiapkan transportasi sesuai daerah masing-masing dan yang sudah ditetapkan besarannya oleh penyelenggara (sesuai ketentuan yang berlaku pada kepanitiaan KTN).
6. Akomodasi selama pelaksanaan Jambore Nasional KTN 2010 (konsumsi, penginapan sesuai standart kegiatan Jambore).
7. Sertifikat Jambore Nasional Karya Tunas Nusantara 2010.
8. Hadir tepat waktu dan mentaati tata tertib penyelenggaraan pembekalan, termasuk mengikuti sesi pembekalan daerah sebelum keberangkatan ke Jatinangor.
9. Membawa kelengkapan pembekalan berupa: pakaian selama pembekalan dan kelengkapan keperluan pribadi lainnya.
10. Membawa serta hasil/model karya yang sudah dimiliki pada pelaksanaan Jambore Nasional.

PENCETUS KARYA TUNAS NUSANTARA

Mahyudin, Aziz Syamsudin, Ginung Pratidina, Marcella Zalianty, Olivia Zalianti, Arry Budi Wibowo. (Lihat Foto: Para Pencetus KTN)

Senin, 19 April 2010

Mudika BASIS

Mudika Lingkungan, Mudika Stasi, Mudika Wilayah: ujung tombak persaudaraan Mudika

Kita sebut saja Mudika Lingkungan, Mudika Stasi, dan Mudika Wilayah sebagai Mudika basis.Mudika basis adalah ujung tombak persaudaraan Mudika. Mudika basis dipergunakan untuk menyebut basis-basis terkecil gereja muda yang mampu hidup dengan dinamis, progresif, dan transformatif. Istilah Mudika basis tidak dimaksudkan untuk mengganti istilah Mudika Lingkungan, Stasi, atau Wilayah, ia hanya sekedar istilah umum untuk menyebut lini terkecil di suatu daerah dimana Mudika sungguh-sungguh bisa hidup. Mungkin ia bisa berbentuk Mudika Lingkungan, mungkin bisa juga Mudika Stasi/Wilayah. Benar bahwa kita memiliki mudika lingkungan, stasi, wilayah, paroki, dan seterusnya. Namun ini semua hanya menunjuk pada pembagian-pembagian gereja muda mengikuti alur adminstratif gereja. Persoalan yang sering muncul adalah banyaknya mudika yang mati jika hanya bertahan atau membatasi diri dalam batas-batas ini. Mengapa ?Karena ada syarat sosiologis minimal yang dibutuhkan mudika itu supaya bisa hidup dan bertahan. Sering terjadi jumlah mudika dalam satu lingkungan terlalu kecil. Bagaimana sebuah mudika bisa hidup jika dalam satu lingkungan hanya terdapat 5 sampai 10 mudika ? Kerja menghidupi mudika lingkungan dengan jumlah terlalu sedikit akan sia-sia saja, karena memang secara sosiologis tak memungkinkan hadirnya komunitas mudika yang hidup. Maka perlu dicari cara agar Mudika tetap hidup dengan mengkonsolidasikan beberapa lingkungan jadi satu, atau memusatkan dinamika di stasi/wilayah, dengan demikian terdapat jumlah yang cukup untuk menjadi komunitas yang hidup dan dinamis. Rata-rata Mudika yang hidup ditopang oleh 35-40 anggota Mudika. Tersedia cukup sumber daya dan energi harapan untuk bersama-sama merintis Mudika sebagai sebuah lingkaran pemberdayaan. Inilah satuan Mudika Basis. Mudika basis, entah itu bernama Mudika Lingkungan, Mudika Stasi, atau Mudika Wilayah, mewujudkan pula lingkaran persaudaraan/persahabatan yang dengan erat menyatukan semua pribadi di dalam iman dan persaudaraan. Di sinilah seorang Katolik muda memiliki peluang persentuhan secara personal dengan Gerejanya. Di sini pembelajaran pertama dari seorang Katolik muda diletakkan, baik dalam arti pembelajaran iman, keterlibatan menggereja, berorganisasi, maupun terlibat dalam masyarakat. Dengan pembelajaran ini, dengan sendirinya, Mudika basis adalah lingkaran pemberdayaan bagi kaum muda Katolik.Maka dengan ini Mudika basis adalah ujung tombak pendampingan Katolik muda. Dengan ukurannya yang kecil dan persentuhannya dengan hidup sehari-hari yang amat dekat, ia ibarat unit aksi nyata yang dengan lincah bergerak melaksanakan agenda-agenda riil bagi komunitas mereka dan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Inilah inti Mudika Basis.Tiap Mudika basis (Mudika lingkungan/wilayah/stasi) memiliki kewajiban :a. Menghidupkan dinamika komunitas Mudika setempat agar sungguh-sungguh bisa menjadi lingkaran pemberdayaan bagi anggota-anggotanya, baik melalui kegiatan-kegiatan tradisional mudika, maupun kegiatan-kegiatan alternatif yang memberdayakan,b. Menyapa, menyentuh, menguatkan, dan mengembangkan setiap kaum muda Katolik di daerah garapnya agar semakin kuat dan matang dalam karakter, terlibat mendalam dalam iman dan tradisi menggereja dan dalam memasyarakat,c. Terlibat secara aktif dalam dinamika hidup gereja lokal, dan mendorong transformasi gereja lokal secara terus menerus menjadi makin progresif,d. mengirim utusan-utusan pengorganisir ke tingkat paroki sebagai penjaga gawang Mudika Parokie. terlibat aktif dalam program-program MP dan dinamika kehidupan parokial yang lain,f. berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan MP,g. Mengontrol MP agar sungguh menjadi alat perjuangan bersama dari komunitas kaum muda se-paroki.